just my ……

January 27, 2006

Kebetulan Yang Menyenangkan

Filed under: Uncategorized

Setelah lima tahun bersusah payah mengerjakan desertasi doktoral, akhirnya aku secara terburu-buru menyiapkan ujian lisanku. Ujian ini akan diselenggarakan di California dan aku telah menjadwalkan penerbangan lewat Minneapolis, dimana aku harus ganti pesawat dan pergi ke John Wayne Airport. Pesawat pertamaku sangat terlambat, dan tak lama kemudian aku harus lari cepat untuk mengejar pesawat ke California. Sedikit sekali orang-orang yg tertinggal di lorong. AKu harus berhenti untuk menghela napas di atas trotoar berjalan ketika aku lihat seorang wanita berusia 50-an keberatan membawa tas tangannya.

Aku tidak tahu alasannya, tetapi aku menatap wajahnya dan berteriak, “Ibu akan terbang dengan pesawat 567 ke California?”
Ia menjawab,”Ya”
“Aku juga,”lanjutku. “Berikan tas anda kepadaku, Aku akan lari mendahului dan menyuruh mereka menunggu anda.”
Aku mengambil tasnya dan berlari lagi.
Aku lari langsung ke pesawat dan memberitahu seorang pramugari bahwa seorang penumpang lain ada dibelakangku dan memintanya menahan pesawat itu untuknya. Aku duduk sambil masih membawa tasnya, dan bberapa saat kemudian wanita itu tiba dan ternyata ia adalah orang terakhir yang naik ke pesawat sebelum mereka menutup pintu dan tinggal landas. Setelah pesawat terbang mendatar, kuberikan tas itu padanya, dan ia tersenyum serta mengucapkan terimakasih.

Aku sama sekali tidak bisa tidur di hotel sebelum ujian lisanku dan aku tiba di universitas pada jam 7 pagi. Dewan penguji membiarkan aku menunggu selama 1 jam di sebuah ruangan sebelum pembelaan desertasiku dimulai. Aku berjalan memasuki ruangujian dan langsung grogi melihat para profesor dalam jubah angker mereka. Ketika aku dengan perlahan-lahan mengerling wajah semua anggota dewan penguji, aku melihat wajah cerah seorang wanita yang duduk persis ditengah-tengah dewan. Ia menatapku, melontarkan senyuman yang menggoda seperti seorang gadis sekolah, dan mengerdipkan mata ke arahku. Ternyata ia adalah wanita yang tas tangannya tadi malam kubawakan. Tentu saja, setiap kali aku terbentur pada suatu pertanyaan, ia berusaha keras untuk menolongku.

” Berbuat kebaikan seakan tidak mengenal waktu, tempat dan kepada siapa kita berbuat baik. Ibarat hidup adalah permainan bumerang. Pikiran-pikiran, kata-kata dan perbuatan-perbuatan kita berbalik ke arah kita (cepat atau lambat) dengan tidak terduga.”

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://bach.blogsome.com/2006/01/27/11/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham