just my ……

September 18, 2006

Filed under: Uncategorized

Mata kadang salah melihat….

Mulut kadang salah berucap….

Hati kadang salah menduga…..

Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada….

===== Mohon Maaf Lahir dan Bathin ======

MARHABAN YAA RAMADHAN

Assalaamu’alaikum wr.wb..

Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan do’a kita di ijabah,

Taqqobalahu Minna Waminkum, Taqoballahu Ya Karim,

Marhaban Ya Ramadhan

Allaahumma baariklanaa fi Sya’ban wa ballighnaa Ramadhan
Aminn.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

SEMOGA KITA DAPAT MENJALANKAN IBADAH PUASA DENGAN OPTIMAL, AAMIN.

September 12, 2006

Sesungguhnya …

Filed under: Uncategorized

Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu
Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga

Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu takkan ber bunga

Ku cuba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri

Ku cuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar

Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu tak akan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah

Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga ku tahu
Syukur ku hanyalah milik Mu

(Raihan-Sesungguhnya)

April 6, 2006

Musim Pancaroba

Filed under: Uncategorized

Apa sih maksudnya musim pancaroba? Yang aku tahu musim pancaroba itu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau ato sebaliknya. Tapi kok bisa dinamakan musim pancaroba ya?
Any idea ?

-= yg lagi kena efek pancaroba alias flu :( =-

April 3, 2006

Indahnya Memberi

Filed under: Uncategorized

Satu lagi dari majalah Tarbawi, di bagian halaman belakang yg malah biasanya aku baca dulu pertama kali :)

Indahnya Memberi
oleh: Anis Matta

Cinta itu indah. Karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yang luas. Dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya.

Para pecinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. Terus menerus memberi. Dan selamanya begitu. Menerima? Mungkin, atau bisa juga jadi pasti! Tapi itu efek. Hanya efek. Efek dari apa yang mereka berikan. Seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebajikan yang sama. Sebab, adalah hakikat di alam kebajikan bahwa setiap satu kebajikan yang kita lakukan selalu mengajak saudara-saudara kebajikan yang lain untuk dilakukan juga.

Itu juga yang membedakan para pecinta sejati dengan para pecinta palsu. Kalau kamu mencintai seseorang dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik. Maka kamu adalah air. Maka kamu adalah matahari. Ia tumbuh dan berkembang dari siraman airmu. Ia besar dan berbuah dari sinar cahayamu.

Para pecinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka. Setiap satu rencana memberi terealisasi, setiap itu satu bibit cinta muncul bersemi dalam hati orang yang dicintai. Janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayan.

Bukan hanya itu. Rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Seperti pohon tergantung dari siraman air dan cahaya matahari. Itu ketergantungan produktif. Ketergantungan yang menghidupkan. Di garis hakikat ini, cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang hidup. Karena itu kehidupan yang mereka bangun seringkali tidak disadari oaleh orang-orang yang menikmatinya. Tapi begitu sang pemberi pergi, mereka segera merasakan kehilangan yang menyayat hati. TIba-tiba ada ruang besar yang kosong tak berpenghuni. TIba-tiba ada kehidupan yang hilang tak berpenghuni. Tiba-tiba ada kehidupan yang hilang.

Barangkali suatu saat kamu tergoda untuk menguji dirimu sendiri. Apakah kamu seorang pecinta sejati atau pecinta palsu. Caranya sederhana. Simak dulu pesan Umar bin Khattab ini: hanya ada satu dari dua perasaan yang mungkin dirasakan oleh setiap orang pada saat pasangan hidupnya wafat: merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung.

Sekarang bertanyalah pada pasangan hidup Anda tanpa dia ketahui: jika aku mati sekarang, apakah kamu akan merasa bebas dari sebuah beban atau akan merasa kehilangan tempat bergantung? Kalau dia merasa kehilangan, maka di langit hatinya akan ada mendung pekat yang mungkin menurunkan hujan air mata yang amat deras. Jika tidak, mungkin senyumnya merekah sambil berharap bahwa kepergianmu akan memberinya kesempatan baru untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Serial Cinta Tarbawi Edisi 95, 6 Sya’ban 1425 H/14 Oktober 2004 M

Munajat

Filed under: Uncategorized

Illahi
kulakukan ibadahku kepada-Mu
sedangkan Engkau tidak menghazabkan ibadahku
betapa sangat bergantung akan kekuasaan-Mu Ya Rabbi
aku memohon pertolongan-Mu

Rabbi
tunjukilah aku jalan lurus menuju kepada-Mu
dan kembalikanlah aku kepada-Mu dengan cara yang baik

Allahuma Ya Allah
anugerahilah aku ketaatan kepada-Mu selama hayatku
dan tunjukilah aku kepada sesuatu yang membuat-Mu ridho kepadaku
jauhkanlah dan lindungilah aku dari segala sesuatu yang menyebabkan terbit murka-Mu

Allahuma Ya Allah
karuniakanlah ketaatan kepada jiwaku dan sucikan ia
aku mengadu kepada-Mu Ya Rabbi
karena Engkau adalah sebaik-baik dzat yang mensucikan jiwa pelindung dan penguasaannya.

January 27, 2006

Kebetulan Yang Menyenangkan

Filed under: Uncategorized

Setelah lima tahun bersusah payah mengerjakan desertasi doktoral, akhirnya aku secara terburu-buru menyiapkan ujian lisanku. Ujian ini akan diselenggarakan di California dan aku telah menjadwalkan penerbangan lewat Minneapolis, dimana aku harus ganti pesawat dan pergi ke John Wayne Airport. Pesawat pertamaku sangat terlambat, dan tak lama kemudian aku harus lari cepat untuk mengejar pesawat ke California. Sedikit sekali orang-orang yg tertinggal di lorong. AKu harus berhenti untuk menghela napas di atas trotoar berjalan ketika aku lihat seorang wanita berusia 50-an keberatan membawa tas tangannya.

Aku tidak tahu alasannya, tetapi aku menatap wajahnya dan berteriak, “Ibu akan terbang dengan pesawat 567 ke California?”
Ia menjawab,”Ya”
“Aku juga,”lanjutku. “Berikan tas anda kepadaku, Aku akan lari mendahului dan menyuruh mereka menunggu anda.”
Aku mengambil tasnya dan berlari lagi.
Aku lari langsung ke pesawat dan memberitahu seorang pramugari bahwa seorang penumpang lain ada dibelakangku dan memintanya menahan pesawat itu untuknya. Aku duduk sambil masih membawa tasnya, dan bberapa saat kemudian wanita itu tiba dan ternyata ia adalah orang terakhir yang naik ke pesawat sebelum mereka menutup pintu dan tinggal landas. Setelah pesawat terbang mendatar, kuberikan tas itu padanya, dan ia tersenyum serta mengucapkan terimakasih.

Aku sama sekali tidak bisa tidur di hotel sebelum ujian lisanku dan aku tiba di universitas pada jam 7 pagi. Dewan penguji membiarkan aku menunggu selama 1 jam di sebuah ruangan sebelum pembelaan desertasiku dimulai. Aku berjalan memasuki ruangujian dan langsung grogi melihat para profesor dalam jubah angker mereka. Ketika aku dengan perlahan-lahan mengerling wajah semua anggota dewan penguji, aku melihat wajah cerah seorang wanita yang duduk persis ditengah-tengah dewan. Ia menatapku, melontarkan senyuman yang menggoda seperti seorang gadis sekolah, dan mengerdipkan mata ke arahku. Ternyata ia adalah wanita yang tas tangannya tadi malam kubawakan. Tentu saja, setiap kali aku terbentur pada suatu pertanyaan, ia berusaha keras untuk menolongku.

” Berbuat kebaikan seakan tidak mengenal waktu, tempat dan kepada siapa kita berbuat baik. Ibarat hidup adalah permainan bumerang. Pikiran-pikiran, kata-kata dan perbuatan-perbuatan kita berbalik ke arah kita (cepat atau lambat) dengan tidak terduga.”

January 26, 2006

Pelajaran dari Pencuri Kue

Filed under: Uncategorized

sama seperti yang pernah aku kirimkan ke teman² di kantor, berikut sekedar cerita yg mungkin dapat mengingatkan kita kembali.

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapajam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia! Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih. Belum pernah rasanya ia begitu kesal.

Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si “Pencuri tak tahu terima kasih!”. Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantong
kuenya, di depan matanya. Lho kok kueku masih ada di sini, erangnya dengan patah hati. Jadi kue tadi memang adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi dengannya.

Terlambat untuk minta maaf, ia tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu. Seperti dalam hidup kita ini, kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Serta tak jarang kita berprasangka buruk. Orang lainlah yang kasar, orang lainlah yang tak tahu diri, orang lainlahyang jahat, orang lainlah yang sombong, orang lainlah yang salah. Padahal kita sendiri yang mencuri kue tadi, padahal kita sendiri yang salah, tapi kita tidak tahu/tidak menyadarinya.

Kita sering mengomentari perbuatan orang lain, mencemooh tindakan, pendapat atau gagasan orang lain sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya. Seringkali kita menyalahkan orang lain atas kejadian-jadian buruk yang
menimpa kita, tetapi apakah kita menyadari kalau yang salah sebenarnya adalah kita sendiri ? apakah pernah terpikir oleh kita kalau orang lain melakukan itu untuk tujuan yg baik & tidak bermaksud mencelakai kita ?

“Belajarlah untuk mengkoreksi diri kita sendiri, sebelum kita menyalahkan orang lain.”

back ..

Filed under: Uncategorized

mohon maaf yg sebesar-besarnya bagi yg nyasar masuk ke blog saya ini karna ga pernah diupdate. Saya akan mencoba untuk memulai kembali mengisi bagian² dari blog ini. Smoga bermanfaat bagi semuanya (skali lagi terutama buat yg nyasar masuk ke blog saya ini)
Thanks.

-= bach =-

October 30, 2005

Selamat Idul Fitri 1426 H

Filed under: Uncategorized

Assalaamu’alaikum,

hampir genap sebulan puasa kali ini kita jalani.
Kadang saat kita berjumpa
terucap kata-kata baik berupa celaan ataupun kata-kata
menyakitkan. Kadang pula tingkah laku kita ada yg
sengaja atau tidak sengaja menyinggung perasaan.
Untuk itu, mari kita rangkum kembali makna kesucian,
ketulusan, kebersamaan. Agar langkah dan tangan kita
semakin kuat, agar jiwa kita semakin tabah membelah
jalan menuju keridhaan-Nya.

Dengan hati lapang mengharap ikhlas, Selamat Hari Raya
Idul Fitri 1 Syawal 1426 H. Mohon Maaf lahir dan
batin. Taqabbalallahuminna waminkum.

Semoga kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadhan
dan Idul Fitri tahun depan. Aamiin.

wassalaamu’alaikum.

October 5, 2005

Manajemen ramadhan

Filed under: Uncategorized

Manajemen waktu di bulan Ramadhan. Mungkin ini bisa berguna. Mudah-mudahan kita semua dapat mengisi hari-hari di bulan Ramadhan ini tanpa merugi.
- Sebelum sahur, sholat tahajjud, kalo udah witir waktu tarawih tidak perlu diulang, tapi misalkan belim ditambah dengan witir.
- Sesudah sahur menjelang subuh, Tilawah Qur’an, 10 menit.
- Sesudah subuh, Tilawah Qur’an. 30 menit.
- Sesudah sholat dzuhur, Tilawah Qur’an / baca tafsir dan terjemahan, 30 menit.
- Sesudah sholat ashar, tilawah Qur’an 15 menit
- Menjelang maghrib, baca buku islam 30 menit
- Menjelang tarawih, tilawah Qur’an 10 menit
-Sesudah tarawih dan istirahat sejenak dirumah. Tilawah Qur’an 30 menit. Menjelang tidur, merenungi perjalanan diri dari sahur hingga saat ini

Disamping manajemen waktu diatas, perlu dibuat suatu target sehingga dengan adanya target kita akan terpacu untuk melaksanakan seperti yg telah disebutkan diatas.
Target amal di bulan Ramadhan :
- Khatam Al Qur’an minimal 1x
- Membaca tafsir/terjemah Al Qur’an, minimal 1/3 Al Qur’an
- Sholat 5 waktu dengan berjamaah
- Sholat rawatib, minimal yg muakkad. Memberi buka orang yg berpuasa minimal 1x
- Berinfaq setiap hari (seadanya)
- I’tikaf, minimal sehari
- Membaca buku Islam, minimal 1 buku

Mari kita isi bulan yg penuh berkah ini dengan amalan-amalan yg berguna.
Amiin.

sumber: Buletin Kalam edisi 1/tahun 2005






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham